“The 37th For MASANEGA” (MILAD MTSN 1 MALANG KE-37)

Lantunan shalawat dari tim hadrah al banjari Asrama MASANEGA membuka kemeriahan acara Tasyakuran HUT (Hari Ulang Tahun) MASANEGA ke 37 pagi ini (30/9). Tasyakuran tahun ini dibarengi dengan peringatan Tahun Baru Islam 1439 H dan santunan kepada anak-anak yatim piatu, baik dari anak-anak MASANEGA sendiri dan juga dari siswa SD/MI sekitar madrasah.

Tasyakuran HUT kali ini dikemas cukup sederhana. Tumpengan menjadi ikonik yang disiapkan oleh masing-masing kelas yang berjumlah 30 tumpeng tertata rapi di tengah-tengah halaman madrasah.

 

Bacaan Yasin dan Istighasah dilanjutkan dengan pembacaan do'a. Disambung dengan sambutan kepala madrasah, Drs. H. Nasrullah. dalam sambutannya beliau menuturkan kepada seluruh siswa untuk menjadi insan yang bermanfaat bagi yang lainnya. Terutama saat menjadi bagian dari madrasah untuk menyumbangkan prestasi agar bisa dikenang dan menjadi penyemangat bagi generasi selanjutnya.

Dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu. Suasana tampak haru manakala satu persatu anak-anak diusap rambutnya oleh bapak ibu guru dan ibu-ibu Dharma Wanita.

Kemudian pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun oleh kepala madrasah didampingi oleh para WAKA dan komite menjadi acara puncak pertama dari tasyakuran HUT. Dan juga menjadi penanda acara pentas seni yang telah dipersiapkan masing-masing kelas selama sebulan terakhir.

Tema pentas seni tahun ini adalah Memperkuat Islam Nusantara dalam Bingkai NKRI. Berbagai pertunjukan ditampilkan dengan durasi 10 menit. Terdapat 15 kelompok yang ditampilkan gabungan 2 kelas. Drama historikal mendominasi pertunjukan yang diselingi dengan tarian daerah Nusantara dan koreo atraktif lainnya.

Hadir pula alumni yang sengaja datang untuk melihat kreasi adik-adiknya yang rutin digelar pada tiap tahunnya.

Harapan untuk MASANEGA yang berdiri sejak 1980, semoga tetap menjadi madrasah terdepan di kabupaten Malang dan berprestasi di Provinsi, Nasional, bahkan Internasional. (Amir)

65 SANTRI MASANEGA BELAJAR MEMBACA KITAB KUNING (CARA CEPAT)

Mulai Senin sore ini (16 September 2017) sebanyak 65 santri MASANEGA akan mengikuti Bimbingan Membaca Kitab. Program khusus ini diperuntukkan bagi kelas Program Keagamaan baik yang berasal dari kelas 7 dan 8 maupun santri asrama.

Bimbingan membaca kitab ini menggunakan metode Al Ghayyah. Sebuah metode yang sudah terbukti di berbagai daerah dapat mengantarkan santri-santri dapat membaca kitab kuning dengan waktu singkat. Terdapat empat tahapan yang harus ditempuh, masing-masing tahapan 10 hari. Selama keempat tahapan tersebut santri akan mampu membaca, mengetahui susunan kalimat, terjemah, dan mahir memaknai kitab.

Di bawah bimbingan Ustadz Abdurrahman sebagai pengajar utama dan beberapa ustadzah, para santri akan digembleng dengan disiplin penuh. Anak-anak selama belajar kitab menginap di madrasah. Dikarenakan kegiatan belajar dimulai setelah Ashar, bakda Maghrib hingga pukul 9 malam. Dan dilanjutkan bakda shubuh sampai sekutar pukul 7.30 pagi.

Kitab yang dipelajari adalah Syarah Ibnu Aqil Alfiyah, yang biasa diajarkan di pondok pesantren pada tingkat 6. Menurut sang ustadz yang asli berasal dari Probolingo ini para santri akan mampu karena syarat utamanya para santri sudah mampu membaca al quran tingkat tartil (lancar membaca).

Selama kegiatan ini, siswa mendapatkan dispensasi dalam belajar di madrasah. Mereka diperbolehkan masuk pada jam ke 2 dan diperbolehkan pulang terlebih dahulu pada jam 2 siang untuk bersiap-siap mengaji bakda Ashar.

Setelah 10 hari ke depan orangtua akan diundang ke madrasah untuk melihat hasil selama pembelajaran.

Harapan besar dititipkan kepada para santri di samping bisa membaca kitab, juga dapat melestarikan kitab kuning warisan dari para ulama dalam terdahulu. (Amir)

SHALAT IDUL ADHA 1438 H DI MTSN I MALANG

Tepat hari ini, umat Islam di seluruh dunia merayakan hari besar Idul Adha. Hari dimana 3 - 4 juta umat muslim berada pada puncak ibadah haji selepas Wukuf di padang Arafah.

Pada Idul Adha tahun ini yang jatuh pada hari Jumat, 1 September 2017, MTsN I Malang melaksanakan salat Id. Bertindak selaku imam salat dan khatib, Ustadz Khoirul Anwar,  M.A dan Bilal, Ahmad Mufti dari kelas 9C.

Lantunan takbir mengiringi kedatangan jamaah memadati masjid MASANEGA yang bukan hanya dari guru, karyawan, siswa, tetapi juga wali murid yang sengaja mengantarkan putra putrinya, serta masyarakat sekitar.

Pukul 06.15, salat Id dimulai. Tampak khusyuk dan hikmad gerakan-gerakan takbir imam diikuti oleh seluruh jamaah. Tujuh takbir untuk rakaat pertama dan lima kali takbir di rakaat kedua.

Selesai salat, bilal berdiri mengajak jamaah untuk mendengarkan khutbah yang akan disampaikan. Dalam khutbahnya, ustadz Khoirul menyampaikan beberapa keistimewaan yang yang dimiliki Nabi Ibrahim AS,  diantaranya: nama Nabi Ibrahim sangat mulia sehingga selalu disebut dalam tahiyat salat, keteladanan Nabi Ibrahim (Q. S.  Mumtahanah), dan Rasulullah SAW memberi nama anaknya dari salah satu istrinya, Mariyatul Qibtiyah dengan nama Ibrahim.

Juga disampaikan, kunci sukses Nabi Ibrahim mendapat julukan Kholilullah,  Ulul Azmi,  bapak penyebar tauhid,  dan pembangun Ka'bah.

Pertama, saat nabi ibrahim masih muda, beliau sudah mampu memikirkan dan mencari siapa Tuhannya (Al An'am ayat 79). Disini sebagai seorang siswa hendaklah belajar, mumpung masih muda dan ada waktu untuk mengenal Allah. Yaitu dengan cara mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Biologi,  Fisika, Sosial,  Bahasa, Teknologi, dan tentu saja agama Islam.

Kedua, berbakti kepada orangtua dengan berkeliling menjajakan berhala untuk menyenangkan orangtuanya (Maryam 47). Dan oleh Allah beliau dianugerahi dua anak terpilih, yaitu nabi Ismail AS dan nabi Ishaq AS.

Di akhir rangkaian acara, kepala madrasah, H. Nasrullah memberikan sambutan. Beliau berterima kasih kepada siswa-siswi, garu dan karyawan atas infak latihan berkurban yang dikumpulkan selama kurang lebih sebulan ini sehingga dapat membeli 2 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Insya Allah dagingnya akan dibagikan ke masyarakat sekitar madrasah dan beberapa daerah di Malang Selatan yang membutuhkan.

"Semoga dengan latihan berkurban ini, nantinya oleh Allah kita diberikan kesempatan untuk berkurban. Bukan hanya sekali seumur hidup,  tetapi setiap tahun dapat berkurban untuk menambah derajat ketakwaan kita. " pungkasnya. (Amir)                                                

Perangi Campak-Rubella, Ratusan Siswa MTsN 1 Malang dapat Imunisasi MR

(Kab Malang), 31 Agustus 2017. Gerakan program nasional imunisasi Measles Rubella (MR) di MTsN 1 Malang dilaksanakan hari Rabu (30/8/2017). Di Madrasah yang terletak di kec. Gondanglegi ini, Para siswa menerima imunisasi measles rubella (MR) dari puskesmas Kec. Gondanglegi. Terdapat sekitar 900 siswa yang terbagi dalam 30 kelas di MTsN 1 Malang.

Dalam pelaksanaannya, Tim kesehatan dari PUSKESMAS Kec. Godanglegi, dibagi dalam 3 Tim, yang setiap Tim terdiri dari 5 Personel. Tiga tim tersebut di sebar disetiap tingkatan kelas. Secara bergiliran Tim kesehatan Puskesmas mendatangi setiap kelas yang ada di MTsN 1 Malang.

Kepala MTsN 1 Malang, Nasrulloh mengatakan imunisasi MR di MTsN 1 Malang ini, dilakukan secara serentak dengan cara tim medis dari Puskesmas yang sudah dibagi per tingkat kelas, akan mendatangi ke setiap kelas secara bergiliran. Kelas yang saat itu melaksanakan KBM (kegiatan Belajar-Mengajar) akan dihentikan sejenak untuk suntik imuniasasi MR. Setelah selesai suntik, kegiatan pembelajaran dilanjutkan kembali.

Nasrulloh, melanjutkan, imunisasi ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat agar bisa bersaing di masa depan. Sebab islam mengajarkan untuk selalu menjaga keseimbangan kesehatan, baik Jasmani maupun Rohani. Kondisi tubuh yang sehat menjadi modal utama selain harus terus menuntut ilmu dengan menguasai IMTAQ dan IPTEQ.

Sebagian besar siswa mengaku takut dengan imunisasi ini. Salah satu alasannya karena takut dengan jarum suntik. Meski demikian, mereka tetap menerima meski ada sebagian yang menangis.

"Pak.. saya takut jarum suntik.... saya nggak usah imunisasi, pak..." ungkap siswi putri sambil nangis sesenggukan. (AK/ Fotoby: Masduqi)