dirgahayu ri ke 72

MASANEGA BENTUK SATGAS ANTI NARKOBA

Gondanglegi, MTsN Malang 3 -- Narkoba, adalah hal yang harus diperangi oleh seluruh penduduk di negeri ini, Khususnya bagi para generasi muda saat ini. Bahaya Narkoba lebih dahsyat daripada bahaya terorisme, sebab data statistik menunjukkan bahwa setiap hari 50 penduduk Indonesia harus tewas akibat penggunaan Narkoba. Siswa-siswi MASANEGA adalah generasi bangsa yang semestinya memiliki landasan keimanan yang lebih kuat. Harapannya, siswa-siswi MASANEGA  bisa menjadi generasi emas bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Malang 3 (MASANEGA) Drs. H. Nasrullah, M.Ag pada penyuluhan bahaya penggunaan narkotika di Masjid Jami’ MASANEGA, Rabu, 31 Mei 2017.

Menggandeng pihak BNN Kab. Malang, Nasrullah menggelar Penyuluhan bahaya penggunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di Madrasah yang dipimpinnya itu. " Penyuluhan ini merupakan bagian dari program Kampanye Anti Narkoba dan pengukuhan pembentukan SATGAS Anti Narkoba (NAPZA) yang diwakili oleh 10 siswa-siswi MASANEGA,"Kata Nasrullah. "SATGAS Anti Narkoba ini nanti tugasnya adalah membantu BNN dalam menangani masalah Narkoba di lingkungan Madrasah, khususnya di MTsN Malang 3,” Imbuhnya.

Dalam sambutannya pada acara Pembekalan Remaja Islam Masanega (PRIMA) yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 7, 8 dan 9 ini, Nasrullah menyampaikan rasa terimakasih kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang yang bersedia memberikan Penyuluhan Bahaya Penyalagunaan Narkoba. Dia berharap dengan adanya penyuluhan dan pembentukan SATGAS Anti Narkoba, seluruh siswa MASANEGA dapat mengerti bahaya narkoba, mencegah dan menjauhinya serta menyampaikan informasi ke lingkungan sekitarnya. (AK)