SHALAT IDUL ADHA 1438 H DI MTSN I MALANG

Tepat hari ini, umat Islam di seluruh dunia merayakan hari besar Idul Adha. Hari dimana 3 - 4 juta umat muslim berada pada puncak ibadah haji selepas Wukuf di padang Arafah.

Pada Idul Adha tahun ini yang jatuh pada hari Jumat, 1 September 2017, MTsN I Malang melaksanakan salat Id. Bertindak selaku imam salat dan khatib, Ustadz Khoirul Anwar,  M.A dan Bilal, Ahmad Mufti dari kelas 9C.

Lantunan takbir mengiringi kedatangan jamaah memadati masjid MASANEGA yang bukan hanya dari guru, karyawan, siswa, tetapi juga wali murid yang sengaja mengantarkan putra putrinya, serta masyarakat sekitar.

Pukul 06.15, salat Id dimulai. Tampak khusyuk dan hikmad gerakan-gerakan takbir imam diikuti oleh seluruh jamaah. Tujuh takbir untuk rakaat pertama dan lima kali takbir di rakaat kedua.

Selesai salat, bilal berdiri mengajak jamaah untuk mendengarkan khutbah yang akan disampaikan. Dalam khutbahnya, ustadz Khoirul menyampaikan beberapa keistimewaan yang yang dimiliki Nabi Ibrahim AS,  diantaranya: nama Nabi Ibrahim sangat mulia sehingga selalu disebut dalam tahiyat salat, keteladanan Nabi Ibrahim (Q. S.  Mumtahanah), dan Rasulullah SAW memberi nama anaknya dari salah satu istrinya, Mariyatul Qibtiyah dengan nama Ibrahim.

Juga disampaikan, kunci sukses Nabi Ibrahim mendapat julukan Kholilullah,  Ulul Azmi,  bapak penyebar tauhid,  dan pembangun Ka'bah.

Pertama, saat nabi ibrahim masih muda, beliau sudah mampu memikirkan dan mencari siapa Tuhannya (Al An'am ayat 79). Disini sebagai seorang siswa hendaklah belajar, mumpung masih muda dan ada waktu untuk mengenal Allah. Yaitu dengan cara mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Biologi,  Fisika, Sosial,  Bahasa, Teknologi, dan tentu saja agama Islam.

Kedua, berbakti kepada orangtua dengan berkeliling menjajakan berhala untuk menyenangkan orangtuanya (Maryam 47). Dan oleh Allah beliau dianugerahi dua anak terpilih, yaitu nabi Ismail AS dan nabi Ishaq AS.

Di akhir rangkaian acara, kepala madrasah, H. Nasrullah memberikan sambutan. Beliau berterima kasih kepada siswa-siswi, garu dan karyawan atas infak latihan berkurban yang dikumpulkan selama kurang lebih sebulan ini sehingga dapat membeli 2 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Insya Allah dagingnya akan dibagikan ke masyarakat sekitar madrasah dan beberapa daerah di Malang Selatan yang membutuhkan.

"Semoga dengan latihan berkurban ini, nantinya oleh Allah kita diberikan kesempatan untuk berkurban. Bukan hanya sekali seumur hidup,  tetapi setiap tahun dapat berkurban untuk menambah derajat ketakwaan kita. " pungkasnya. (Amir)