65 SANTRI MASANEGA BELAJAR MEMBACA KITAB KUNING (CARA CEPAT)

Mulai Senin sore ini (16 September 2017) sebanyak 65 santri MASANEGA akan mengikuti Bimbingan Membaca Kitab. Program khusus ini diperuntukkan bagi kelas Program Keagamaan baik yang berasal dari kelas 7 dan 8 maupun santri asrama.

Bimbingan membaca kitab ini menggunakan metode Al Ghayyah. Sebuah metode yang sudah terbukti di berbagai daerah dapat mengantarkan santri-santri dapat membaca kitab kuning dengan waktu singkat. Terdapat empat tahapan yang harus ditempuh, masing-masing tahapan 10 hari. Selama keempat tahapan tersebut santri akan mampu membaca, mengetahui susunan kalimat, terjemah, dan mahir memaknai kitab.

Di bawah bimbingan Ustadz Abdurrahman sebagai pengajar utama dan beberapa ustadzah, para santri akan digembleng dengan disiplin penuh. Anak-anak selama belajar kitab menginap di madrasah. Dikarenakan kegiatan belajar dimulai setelah Ashar, bakda Maghrib hingga pukul 9 malam. Dan dilanjutkan bakda shubuh sampai sekutar pukul 7.30 pagi.

Kitab yang dipelajari adalah Syarah Ibnu Aqil Alfiyah, yang biasa diajarkan di pondok pesantren pada tingkat 6. Menurut sang ustadz yang asli berasal dari Probolingo ini para santri akan mampu karena syarat utamanya para santri sudah mampu membaca al quran tingkat tartil (lancar membaca).

Selama kegiatan ini, siswa mendapatkan dispensasi dalam belajar di madrasah. Mereka diperbolehkan masuk pada jam ke 2 dan diperbolehkan pulang terlebih dahulu pada jam 2 siang untuk bersiap-siap mengaji bakda Ashar.

Setelah 10 hari ke depan orangtua akan diundang ke madrasah untuk melihat hasil selama pembelajaran.

Harapan besar dititipkan kepada para santri di samping bisa membaca kitab, juga dapat melestarikan kitab kuning warisan dari para ulama dalam terdahulu. (Amir)