MASANEGA TUAN RUMAH PEMBINAAN DIREKTUR GTK KEMENAG RI

Gondanglegi. Suatu kehormatan Sabtu kemarin (11 Nopember 2017) bagi MTsN I Malang menjadi tuan rumah Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Malang yang disampaikan langsung oleh Dirjen Pendidikan Kementerian RI, Prof. DR. Suyitno, M. Ag.

 

Acara yang diadakan oleh Kankemenag Kabupaten Malang ini dihadiri oleh seluruh kepala MI, MTs, dan MA seluruh kabupaten Malang, baik negeri maupun swasta, serta para pengawas di tingkat masing-masing jenjang pendidikan madrasah. Jumlah undangan yang disebar sebanyak 600 lebih undangan, akan tetapi melihat dari tempat yang disediakan panitia perkiraan yang hadir mencapai 700-an.

 

Turut menghadiri dalam acara tersebut kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Drs. H. Samsul Bahri, M.Pd.I. Dalam sambutannya beliau melantangkan moto madrasah dan diikuti secara kompak oleh hadirin (madrasah lebih baik, lebih baik madrasah).

 

"Sekarang madrasah menjadi pilihan pertama bagi calon wali murid dibanding dengan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan data calon peserta didik yang mendaftar lebih banyak dua atau tiga kali lipat dari kuota yang dibutuhkan." cerita Kakanwil yang asli dari Jembrana Bali ini.

 

"Sebagai kepala madrasah berani berinovasi dan mau berkorban merupakan kunci keberhasilan akan kesuksesan pendidikan. Di samping itu, kita sebagai warga madrasah dapat bersaing sehat dengan lembaga pendidikan di luar madrasah dengan tetap saling menghargai dan menghormati. Caranya dengan perbaikan mutu guru, sarana prasarana madrasah, sistem managerial, dan human relationships dilaksanakan dengan baik." tutur beliau dengan tegas tanpa meninggalkan ciri khas humoris beliau.

 

Di akhir sambutannya, beliau mengapresiasi MTsN I Malang (MASANEGA) selaku tuan rumah yang berwajah kekinian, tak kalah dengan lembaga lainnya di luar lingkungan kementerian agama.

 

Sambutan kedua disampaikan oleh kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang, Drs. H.  Imron. Beliau bangga dengan lembaga madrasah yang ada di kabupaten sekaligus para pendidiknya yang sangat antusias dalam memajukan kwalitas pendidikan di kabupaten Malang ini. Akan tetapi beliau juga menggarisbawahi beberapa persoalan tentang indeks prestasi madrasah di tingkat provinsi maupun nasional.

 

Oleh karena itu, beliau berharap kepada para kepala madrasah yang hadir untuk lebih meningkatkan mutu dengan tetap berinovasi, menemukan teknologi tepat guna proses pendidikan, dan tetap berpedoman pada regulasi-regulasi yang ada.

 

Serta dapat mengevaluasi diri madrasah masing-masing dari capaian tahun-tahun sebelumnya.

 

Acara inti yaitu pembinaan oleh Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Agama RI oleh Prof. DR. Suyitno, M. Ag. Beliau asli dari Jawa Timur, tepatnya Tulungagung.

 

Di awal beliau menyampaikan perhatian pemerintah yang begitu besar terhadap pendidikan. Anggaran lebih dari 65 triliyun digelontorkan untuk pendidikan. Dan sebagian besar diperuntukkan bagi pengajar yang bersertifikat pendidik atau pengajar yang mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG).

 

Beliau menyampaikan data-data berkenaan dengan jumlah madrasah, pengajar, dan sebarannya di seluruh Indonesia. Dan ternyata, Provinsi Jawa Timur di urutan pertama terbanyak.

 

Permasalahan yang diangkat yaitu sebaran yang kurang merata, terutama dalam hal tenaga teknis pengajar dan fasilitas, pemerintah berusaha untuk memecahkannya. Diantaranya dengan memberikan tunjangan khusus bagi siapa saja pendidik yang bersedia dan terkualifikasi ditugaskan di daerah yang membutuhkan (daerah terluar di Indonesia).

 

Serta permasalahan yang sebenarnya sudah lama dipikirkan oleh pemerintah, yaitu masih banyaknya guru yang belum tersertifikasi hingga tahun ini. Padahal berdasarkan undang-undang persoalan sertifikasi harus selesai pada tahun 2017 ini. Sehingga pemerintah sudah menyiapkan program lanjutan untuk hal ini dan diharapkan mampu dengan segera masalah pendidikan dan meningkatkan kualitasnya.

 

"Pendidikan bukan hanya sekedar output yang dihasilkan, melainkan juga proses, yaitu bagaimana pengelolaan yang baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta tindak lanjut secara berkesinambungan berjalan." pungkas Suyitno. (Amir)