PARTISIPASI KADER LINGKUNGAN MTsN MALANG III DALAM JAMBORE SAMPAH TAHUN 2017

Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2017  Pemerintah Kabupaten Malang melalui Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, mengadakan Jambore Sampah 2017 dan melaunching Bumi Perkemahan di tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, pada 23 -24 Februari  2017. Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Malang, DR. H.Rendra Kresna ini diikuti oleh 359 peserta  dari pelajar hinga penggiat lingkungan. Hebatnya para peserta tidak hanya datang dari Kabupaten Malang, namun juga dari wilayah Kabupaten dan Provinsi lain, bahkan ada salah satu peserta yang berasal dari Jepang.

Dalam sambutannya, Bupati Malang menyampaikan bahwa tujuan Jambore Sampah 2017 ada empat yaitu : pertama, mengubah perilaku peserta untuk lebih peduli terhadap sampah, kedua, membuat jaringan atau network nantinya dikalangan peserta Jambore, yang ketiga, membangun kader pengolahan sampah yang handal dan yang terakhir menuju Kabupaten Malang bebas sampah tahun 2020.

Kegiatan yang dilakukan peserta selama mengikuti Jambore Sampah 2017 antara lain adalah menerima pendidikan dan pelatihan mengolah sampah secara baik dan benar. Sehinga sampah dari hal yang tidak bermanfaat bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti dibuat kompos dan bahan bakar (gas metana ). Selain  itu para peserta juga mendapatkan materi tentang hidroponik, membangun bank sampah, biopori juga ecobrik.   Disamping kegiatan yang bersifat pendidikan dan pelatihan, para peserta juga terlibat langsung dalam aksi nyata peduli sampah dengan membersihkan sampah di seputaran kota Kepanjen serta mengajak warga untuk lebih peduli dalam  pengelolaan sampah.

Dipimpin langsung oleh Bapak H.Iswiaji dan Ibu Deni Indriani, kader-kader lingkungan hidup perwakilan dari MTsN Malang III mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Ada delapan kader lingkungan hidup yang mengikuti kegiatan ini. Mereka adalah : Vio Putri Yuwandika (perwakilan kelas IX), Chika Varelia dan Fadhilatul Aisyah (perwakilan kelas VIII), Roy Erza F.,M. Aji Prayoga, M.Musyaffak Arman, Tsabit Dinang Qiyyama, dan Nadhifatul Izza (perwakilan kelas VII).

Secara khusus Deni Indriani, S.Pd selaku Penanggung jawab program Adiwiyata di MTsN Malang berharap  setelah mengikuti kegiatan Jambore Sampah ke-1 tahun 2017 ini, kader-kader lingkungan hidup dari Masanega dapat menjadi motor penggerak program madrasah adiwiyata dengan berbagi ilmu dan pengalaman mereka dengan siswa-siswa lain di madrasah. Diharapkan juga kader-kader ini bisa memberikan keteladanan serta dapat mengajak reken-rekannnya untuk lebih mencintai dan peduli dengan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah secara sembarangan. Sehingga cita-cita untuk mewujudkan MTsN Malang III sebagai Madrasah Adiwiyata di tingkat propinsi bahkan sampai tingkat Nasional dapat tercapai…. Aamiin. (ME)

UPACARA PELEPASAN KONTINGEN MTsN MALANG III PADA AJANG AKSIOMA JAWA TIMUR TAHUN 2017

Pagi ini (21/2) seluruh keluarga besar MTsN Malang III, mulai dari guru, karyawan, siswa, mengikuti upacara pelepasan kontingen Masanega dalam ajang AKSIOMA  Jawa Timur tahun 2017. Semua tampak hikmad mengikuti kegiatan ini.

Upacara yang diawali dengan doa dan berlanjut dengan amanat pembina upacara yang diwakili oleh Ustadz Nanang Shalihuddin. Dalam amanatnya disampaikan motivasi kepada seluruh atlet, khususnya dari MTsN Malang III, untuk berjuang semaksimal mungkin. Karena di Kediri, perwakilan terbaik dari masing-masing kabupaten berkumpul untuk memperebutkan juara. Pantang menyerah dan doa jangan sampai terlupa. Yang akhirnya kontingen dari Kabupaten Malang meraih predikat juara umum.

Kegiatan upacara ini diakhiri dengan para atlet memohon doa restu kepada bapak ibu guru dan karyawan, serta teman-teman yang diwakili oleh seluruh pengurus OSIS.

Sebagai informasi, AKSIOMA di Kediri dilaksanakan mulai tanggal 21 - 25 Februari 2017. Kabupaten Malang pernah menyabet juara umum pada tahun 2011 dan menempatkan wakilnya dari MTsN Malang III atas nama Shofi Maryam pada cabang lomba pidato Bahasa Indonesia sebagai juara pertama AKSIOMA Nasional di Jakarta. Sedangkan pada AKSIOMA Nasional tahun 2015 di Palembang, Adella Putri Anggraini meraih medali emas dalam cabang olah raga Tenis Meja .

Semoga pada tahun ini, keberhasilan-keberhasilan yang pernah diraih dapat dipertahankan dan ditambah.

Selamat berjuang, junjung sportivitas, dan raih prestasi untuk kabupaten Malang. (DC)

OUTBOND SANTRI MA’HAD MTsN MALANG III

Kegiatan outbound Ma'had MTsN Malang III (MASANEGA) merupakan program tahunan dan sudah tahun ketiga program ini diselenggarakan.

Pada Tahun ini outbound Ma'had MASANEGA dilaksanakan pada hari Ahad, 5 Februari 2017 bertempat di Coban Rondo, Kecamatan Pujon,  Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri yang berjumlah 115 santri, yang terdiri dari 93 santri putri dan 22 santri putra, juga oleh seluruh pengurus ma'had.

Kegiatan ini dikemas dalam berbagai permainan edukatif dan kegiatan rekreatif. Para instruktur berasal dari intern ma'had yang merupakan ustadz ustadzah yang sehari-hari tinggal bersama di ma'had. Hal ini diharapkan agar lebih mengakrabkan hubungan santri dengan para pengurus.

Kegiatan yang merupakan rangkaian dari kegiatan Ta'aruf Ma'hadiy (Masa Orientasi Santri) menjadi sarana bagi para santri untuk lebih meningkatkan ukhuwah persaudaraan dan meningkatkan semangat belajar selama di ma'had maupun di madrasah.(DC)

WORKSHOP BEDAH KISI-KISI UAMBN DAN USBN TAHUN 2017

Dalam rangka menyambut pelaksanaan UAMBN dan USBN MTs Tahun 2017, MGMP MTs Kab. Malang  melaksanakan Workshop bedah kisi – kisi  UAMBN dan USBN. Acara diselenggrakan  di MTs Negeri Malang III Gondanglegi  pada hari Jum’at, 3 Februari 2017. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah agar para peserta mampu menganalisis dan menjabarkan kisi-kisi UAMBN dan USBN. Selain itu diharapkan juga melalui acara ini peserta juga mampu menyusun soal yang berkualitas. Adapun target dari kegiatan workshop ini  adalah menghasilkan produk berupa dua paket soal yang nantinya dipakai untuk kegiatan PAS/UAS serta tryout UAMBN.

Kegiatan  ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang Drs. H.Imron, M.Ag. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa guru harus merubah mindsetnya, guru harus selalu optimis, dan harus mempunyai keyakinan dengan kerja keras harapan menghantarkan siswa –siswanya menuju kesuksesan pasti bisa diraih.

Kegiatan workshop ini  di ikuti oleh 168 peserta yang meliputi guru MTs se kabupaten Malang dan Kota Batu terdiri dari 7 Mata pelajaran  yang diantaranya  Al Qur’an Hadist 17 peserta, Fiqih 20 peserta, Akidah Akhlak 22 peserta,  SKI 20 peserta, Bahasa Arab 29 peserta, IPS 33 peserta dan PKN 27  pesertaa.

Setelah pembukaan kegiatan dilanjutkan penyajian materi  dan berdikusi  yang dipandu lansung oleh WI BDK Surabaya dan narasumber dari Universitas Negeri Malang untuk mapel  IPS dan PKN. (ME)