KAKANWIL KEMENAG JAWA TIMUR MERESMIKAN AULA MTSN I MALANG

Gondanglegi. Rabu, 13 Desember 2017. Disambut hadrah Banjari, rombongan kepala kantor wilayah Kemenag Jatim, Bapak Drs.  Samsul Bahri, M. Pd.I tiba di halaman MTsN I Malang. Diikuti oleh kepala Kankemenag Kab.  Malang, Kasubag TU, dan Kasi. Pendma.

 

Ini merupakan kali kedua bapak Kakanwil berkunjung ke MASANEGA setelah kurang dari sebulan yang lalu beliau menghadiri dalam acara pembinaan Direktur GTK RI. Dan kedatangan beliau kali ini adalah untuk meresmikan aula MTsN I Malang.

 

Hadir selaku undangan, baik dari unsur Muspika Gondanglegi, Koramil, Kapolsek, Pengawas di lingkungan Kemenag, kepala Sub Rayon MTs dan MI, kepala anggota KKM MTsN I Malang, dan banyak lainnya.

 

Lantunan ayat suci al Quran bergema untuk pertama kalinya di aula ini yang dibawakan oleh suara merdu dari Juara 2 MTQ provinsi Jatim 2017, Nurul Fauziyah.

 

Acara dilanjutkan dengan sambutan kepala MTsN I Malang, Bapak Nasrulloh. Dalam sambutannya, beliau menceritakan wajah MASANEGA dari masa ke masa. Semua yang dicapai tak lepas dari para pendahulunya dan kerja sama yang baik dengan komite madrasah. Segala fasilitas yang dibangun diperuntukkan bagi siswa dan harapannya bukan hanya sebagai penunjang belajar, tapi juga menjadikan madrasah menjadi pilihan pertama masyarakat untuk pendidikan terbaik anak-anaknya.

 

Berbagai inovasi madrasah juga dilakukan untuk menghasilkan output yang berkualitas. Di bidang Olimpiade, Keagamaan, Bilingual, dan Bakat Istimewa telah terbukti hasilnya. Hingga pada tahun kemarin mengantarkan putra putri dari MASANEGA menjadi perwakilan terbaik, baik tingkat kabupaten, Provinsi, dan menyabet juara nasional.

 

"Masih banyak mimpi yang ingin kami wujudkan. Kami tak ingin berhenti disini. Kami hanya ingin menunjukkan bahwa gaung dari motto madrasah, Madrasah lebih baik, Lebih baik madrasah, tak sepi di MASANEGA. Dan muaranya, menghasilkan generasi emas yang mewarnai bangsa Indonesia, pelopor bagi generasi selanjutnya." pungkasnya.

 

Dilanjutkan dengan sambutan Kakanwil Jatim. Pembawaan khas beliau dan bahasa yang "renyah" saat berpidato nampaknya tak sabar ditunggu oleh para hadirin. Kata pertama yang diucapkan beliau setelah muqaddimah adalah tasbih melihat perubahan yang ditunjukkan oleh MTsN I Malang. Terutama aula yang akan diresmikan ini.

 

Beliau bangga terhadap cermin madrasah sekarang yang terus berbenah menuju ke yang lebih baik. Sehingga image madrasah yang "kumuh" kini tidak dipandang sebelah mata lagi dan pantas bersaing baik di ranah lokal, nasional, bahkan internasional. Bukan hanya bangunan fisik, penampilan guru pun juga telah berubah dan masyarakat patut berbagga menyekolahkan anaknya di madrasah.

 

Untuk kemajuan madrasah dan kebaikan umat, pak Samsul mendukung sepenuhnya. Dan hal itu harus menjadi titik awal yang harus dipegang oleh setiap civitas yang mengabdi di lingkungan madrasah.

 

Dengan bacaan surat Al Fatihah dengan harapan aula MTsN I Malang yang diresmikan bermanfaat dan barakah untuk semuanya. Dilanjutkan dengan pembukaan tirai yang bertuliskan peresmian aula MTsN I Malang dan penandatanganan prasasti.

 

Dengan diresmikannya aula, kini MASANEGA telah mempunyai beberapa ikon yang representatif untuk fasilias pembelajaran di samping asrama putra putri, minihall, dan masjid MASANEGA yang merupakan masjid terbesar di lingkungan madrasah di kabupaten Malang. (Amir)

TIGA AGENDA PROGRAM UNGGULAN MASANEGA (BERSAMAAN) DI PENGHUJUNG TAHUN

MTsN I Malang merupakan madrasah yang mengedepankan ilmu dan akhlak. Para peserta didik dibekali dengan berbagai pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhannya selama berada di bangku madrasah ini. Bentuk kegiatannya pun disesuaikan guna menunjang kompetensinya.

Sabtu, 9 Desember 2017, terdapat tiga kegiatan yang berlangsung dalam waktu yang sama, yaitu dari tiga program kelas unggulan madrasah, Bilingual, Olimpiade, dan Keagamaan.

KELAS BILINGUAL
Kelas Program Bilingual mengadakan tes yang diadakan langsung oleh Cambridge University, Australia. Kegiatan ini adalah program tahunan, dimana siswa yang berada di kelas ini akan dijajal sejauh mana kemampuannya dalam berbahasa Inggris, baik dalam tulisan maupun lisan.

Pengujinya juga berasal dari luar negeri (native speaker) sehingga para siswa seolah dihadapkan seperti situasi sebenarnya. Tak jarang diantara para siswa sempat grogi dan "takut". Tetapi berkat persiapan yang matang, para siswa mampu melewati ujian yang dimulai pukul 7 pagi sampai sekitar pukul 3 sore.

Salah seorang peserta menuturkan, kesan tak terlupakan saat berhadapan langsung dengan "bule" ternyata tak seperti yang dibayangkan, beliau ramah dan menyenangkan.

Semoga ujian mereka pada tahun ini mengikuti jejak kakak kelasnya yang memperoleh hasil dengan grade yang tinggi.

KELAS OLIMPIADE
Berikutnya adalah kelas Olimpiade yang mengadakan Ujian Semester Ganjil. Setiap selesai Penilaian Akhir Madrasah (PAS), kelas Olimpiade selalu mengadakan tes sesuai dengan kompetensi khusus masing-masing siswa. Diantaranya mata pelajaran Matematika, Fisika, Biologi, dan IPS.

Tentunya materi yang diujikan bukan materi biasa disampaikan di kelas hari-harinya, tapi materi khusus olimpiade yang diberikan sebagai materi Pengembangan Diri Khusus (PDK).

Sebagai informasi, kelas Olimpiade telah menghasilkan prestasi bagi madrasah untuk tiap mapelnya. Bukan hanya pada tingkat regional Kabupaten, tapi sudah sampai ke tingkat Nasional. Dan pada tahun ini tim olimpiade untuk tetap mempertahankan DNA juara dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2018.

KELAS KEAGAMAAN
Berbeda dengan dua kelas sebelumnya yang harus serius menghadapi ujian, kelas keagamaan justru mengadakan acara yang sifatnya refresh, yang dikemas dalam bentuk outbond.

Kegiatan ini pertama kalinya digelar untuk kelas keagamaan yang berlokasi di BoonPring, Desa Sanan Kerto, Kec. Turen.

Program di kelas keagamaan yang intensitasnya tinggi dirasa perlu sedikit relaksasi pikiran anak-anak. Selama seminggu penuh tiap paginya anak-anak diharuskan "menyetorkan" hafalan dan diselingi dengan kegiatan kompetensi khusus, seperti Bimbingan Membaca Kitab dan al Quran.

Walaupun tempat outbound cukup dekat, tak mengurangi antusias para siswa karena menu-menu kegiatan tak ada yang membosankan bagi mereka. Terlebih menu yang berkaitan dengan air dan yang memacu adrenalin, seperti Flying Fox. (Amir)

HARI GURU : SEMANGAT YANG TAK (PERNAH) PADAM

MASANEGA PERINGATI HARI GURU

Hari ini (25/11) adalah hari istimewa bagi para guru di Indonesia. Setelah ditetapkan oleh Keputusan Presiden tahun 1994 pada waktu itu dan bersamaan dengan lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), setiap tanggal 25 Nopember diperingati sebagai Hari Guru Nasional.

Mungkin tidak banyak lembaga pendidikan yang memperingati hari guru. Akan tetapi, MTsN I Malang di tiap tahunnya selalu memperingatinya dengan mengadakan upacara dan selamatan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan selama ini.

Di sela-sela upacara diserahkan pula penghargaan kepada guru pegiat literasi di MASANEGA, yaitu kepada Ibu Isnaini.

Madrasah yang berdiri sejak tahun 1980 ini tentunya maju dan berkembang tidak lepas dari peran para guru yang siap sedia berkorban demi keberhasilan anak didiknya sehingga menjadikan madrasah nomor wahid di kabupaten Malang. Lebih dari 200an guru yang mengabdikan diri disini, baik yang masih aktif mengajar, purna tugas, pindah tugas, ataupun yang sudah berpulang ke rahmatullah.

Berikut ini beberapa sosok guru yang mewakili tiga zaman, yaitu guru tempo dulu, guru milenium, dan guru zaman now.


1. Pak Agus Irianto
Alumni MASANEGA mana yang bisa melupakan sosok berkumis ini. Beliau mengabdikan diri lebih dari 33 tahun di MASANEGA. Pembawaan yang humoris dan ciri khas lainnya menjadikan beliau "ice breaker" dalam suasana panas ataupun dingin. Tanpa pamrih, ikhlas dengan yang dikerjakan dan ditugaskan. Panggilan hati menjadikan dirinya mengabdikan diri lama di MASANEGA dan berharap bisa memberikan yang terbaik selama beliau bisa. Beliau adalah representasi guru tempo dulu yang tetap berjuang di zaman now.

2. Bu Umi Chorida
Beliau sudah lebih 29 tahun berada di MASANEGA. Pembawaannya yang kalem dan suara yang pelan sempat membuat beliau tidak PD saat berhadapan dengan murid pada waktu itu. Terlintas dalam pikiran, guru bukan lagi cita-cita lagi bagi beliau. Dengan beriringnya waktu dan kemauan ingin tetap mengamalkan ilmunya menjadikan beliau pribadi yang istiqamah dalam profesi guru ini hingga sekarang. Semangat beliau bertambah manakala di tiap tahunnya beliau bertemu anak-anak didiknya dengan tingkah polah baru mereka yang "lucu". Beliau representasi guru tempo dulu yang masih mencari tantangan bertemu dengan anak-anak zaman now.

3. Ibu Shofiyah
Bu Shofi nama sapaan akrab beliau. Keuletan dan dedikasi yang ditunjukkan selama lebih 17 tahun ini belum sedikitpun luntur. Baru lulus sarjana pada waktu itu membuat dirinya haruslah mencari sekolah agar pendidikan yang ditempuh tidak sia-sia. Banyak lamaran dikirimkan, hingga pada kesempatan ke 13 beliau diminta datang ke sebuah madrasah yang dikiranya dekat dengan kampusnya dulu di Malang. Tak sesuai harapan tapi tetap harus dijalani bagaimanapun keadaannya. Antara Ngantang dan Gondanglegi, ujung barat dan ujung selatan kabupaten Malang. Kesan beliau, kekeluargaan MASANEGA yang terjalin erat dan rukun selama ini membuat beliau "kerasan" dan menetap lama hingga berumah tangga di Gondanglegi. Beliau juga sering berbagi cerita dan memberi motivasi kepada anak-anak yang belum terbiasa jauh dari rumah karena harus belajar mondok. Beliau representasi guru milenium yang berdedikasi sampai zaman now.

4. Pak Dani Bagus Setiawan
Baru dua tahun ini pak Dany mengajar di MASANEGA, tetapi menjadi guru idola. Hobi sepak bola dan pembawaannya yang kekinian mudah mendekatkan dirinya dengan anak-anak. Sehingga tak jarang banyak siswa yang tak sungkan bertanya soal pelajaran di luar jam pelajaran, bahkan ada pula yang "curhat". Maklum, guru yang satu ini masih belum ada "gandengannya". Beliau merupakan representasi guru zaman now, pribadi rendah hati dengan pendekatan kekinian idola anak-anak zaman now.

Terima kasih wahai para guru. Kasih sayangmu tak lekang oleh waktu. Dan limpahan ilmumu takkan mengusaikan keikhlasanmu. (Amir)

SIMULASIKAN UNBK RAIH PRESTASI

MASANEGA SIMULASIKAN UNBK

MTsN I Malang mulai Senin ini (20/11/2017) mengadakan simulasi pertama UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Di hari pertama ini mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia.

Sementara ujian ini hanya menggunakan satu ruangan saja. Dikarenakan keterbatasan dari jumlah perangkat dan ruangan simulasi yang masih digunakan sebagai kelas.. Akan tetapi untuk simulasi berikutnya, diusahakan baik perangkat maupun ruang ujian sudah siap dan disimulaskan seperti layaknya ujian aslinya.

Rencananya, MASANEGA dalam satu sesi terdapat empat ruangan yang dipakai. Masing-masing ruangan terdiri dari 20an siswa. Kemungkinan untuk siswa MASANEGA sendiri dibagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi pertama (pukul 07.30 - 09.30) dan sesi kedua (pukul 10.00 - 12.00).

Belum ada kendala teknis di hari pertama ini. Hanya saja beberapa peserta masih mencoba "berkenalan" dengan sistem UNBK. Ada yang salah memasukkan nama atau password di awal atau juga pada saat pengerjaan soal tiba-tiba log out sendiri.

"Kendala untuk hari ini memang belum ada seperti tahun kemarin yang sempat down internetnya. Sehingga membuat panik peserta. Tapi itu semua sudah kami antisipasi sekarang." tutur Edy selaku teknisi simulasi UNBK.

"Diharapkan kepada anak-anak yang mempunyai laptop, khususnya kelas 9, untuk meminjamkan laptopnya. Karena jumlah yang sementara ada masih belum mencukupi untuk empat ruangan seperti yang direncanakan. " imbuh Edy

Harapan semuanya agar UNBK tahun ini tidak mengalami kendala dan sukses dalam prestasi untuk pencapaian nilai UN tertinggi. (Amir)