dirgahayu ri ke 72

Penutupan Pondok Ramadhan dan Peringatan Nuzulul Qur’an di MASANEGA

Sepanjang, 16 Juni 2017. Puncak kegiatan Pondok Ramadhan di MTsN Malang III ditandai dengan penutupan pondok ramdhan dan peringatan Nuzulul Qur’an, yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Masanega. Yang dalam kegiatannya, Acara diawali dengan kegiatan sholat dhuha dan sholat hajat berjamaah.

Kegiatan Pondok Ramadhan di MTsN Malang III yang dilaksanakan selama 10 hari ( 6 Juni – 16 Juni 2017),  resmi ditutup pada hari jum’at (16 juni 2017). Acara penutupan Pondok Ramadhan dan peringatan Nuzulul Qur’an ini diikuti oleh seluruh siswa dan bapak-ibu guru MTsN Malang III.

Dalam sambutannya, Sa’adi sebagai Waka Kurikulum mengatakan bahwa kegiatan Pondok Ramadhan yang didalamnya berisi program-program yang antara lain kajian kitab, kegiatan tadarus, dan kegiatan ubudiyah tidak lain adalah untuk menjadikan siswa terbiasa dengan kegiatan-kegiatan tersebut untuk dilaksanakan setiap hari, sehingga menjadi kebiasaan siswa dimanapun berada. Sa’adi menambahkan, harapannya kegiatan Pondok Ramadhan bisa menjadi benteng moral bagi generasi penerus bangsa.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan pemberian reward bagi siswa-siswi yang mendapat nilai terbaik dalam kegiatan Pondok Ramadhan. Reward diberikan kepada siswa maupun siswi dari kelas 7 dan kelas 8. Berikut nama-nama siswa kelas 7 yang mendapatkan nilai terbaik;

Kelas 7

Kelas 8

  1. Natasya rahmania (7D)
  2. Najma Madania (7D)
  3. M. Musyafa’ Arman (7D)
  4. M. Naufal H (7A)
  5. M. Rofiqul Huda (7A)
  6. Fadhilatul Aisyah (8F)
  7. M. Raihan N (8I)
  8. M. Taqiyuddin (8G)
  9. Madania Al-Ulfa (8C)
  10. Khoirun Nisail (8A)
 

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan Mauidhlah Hasanah, yang disampaikan oleh Gus Shofi dari PP Shiratul fuqaha’ dan ditutup dengan do’a.

 

WISUDA MASANEGA DAN SEGUDANG PRESTASINYA

Pagi ini (13/5) MTsN Malang III menggelar acara wisuda kelas 9 yang dikemas sederhana. Para wisudawan dengan mengenakan pakaian toga khas MASANEGA dan jas hitam untuk bapak ibu gurunya. Pada tahun ini MASANEGA mewisuda 271 siswa, terdiri dari siswa dan siswi. Kegiatan wisuda dilaksanakan setelah siswa kelas 9 menempuh ujian madrasah dan ujian nasional pada minggu-minggu sebelumnya.

 Lagu Indonesia Raya, lantunan ayat suci al Qur'an, dan pembacaan SK kepala madrasah mengawali kegiatan yang selalu  digelar tiap tahunnya. Wisudawan dipanggil satu persatu ke podium dan diwisuda oleh kepala madrasah menandakan siswa kelas 9 telah dinyatakan qualified melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

 Ucapan terima kasih dan pernohonan maaf disampaikan oleh perwakilan siswa. Diikuti sambutan dari kepala madrasah, wali murid, komite madrasah, perwakilan Koramil dan kepala Kankemenag Kab. Malang, Drs. H. Imron..

Dalam sambutannya, pak Imron berpesan kepada wisudawan dan wali murid yang hadir untuk selalu mengedepankan ilmu dalam mencapai kesukesan di dunia maupun di akhirat. Seperti yang telah disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Pada sambutan-sambutan sebelumnya juga disampaikan para wisudawan haruslah taat kepada kedua orangtua, baik orang tua di rumah maupun orang tua di madrasah, yaitu guru.

Gelar prestasi juga mengiringi acara wisuda, baik dari prestasi akademik dan non akademik. Dimulai dari prestasi non akademik, hampir seluruh cabang pengembangan diri madrasah yang berjumlah 27 cabang memberikan prestasi untuk madrasah, baik di tingkat lokal maupun provinsi. Prestasi tingkat provinsi yang diraih merupakan hasil dari AKSIOMA 2017 di Kediri (Februari, 2017). Atlet Kabupaten Malang yang diwakili oleh siswa siswi MASANEGA mengantarkan Kabupaten Malang menjadi juara umum dan berhak mewakili provinsi Jawa Timur di Yogyakarta Agustus mendatang.

Prestasi akademk diumumkan dengan perolehan nilai absolut, 100, pada beberapa mata pelajaran yang diujikan di UAMBN. Diumumkan juga duta literasi, yang diraih oleh Karomatun Nuha (9G) yang telah membaca lebih dari 600 judul buku. Peringkat 1 paralel kelas 9 atas nama Salsabila Rulia Salwa (9B). Wisudawan Terbaik yang merupakan siswa peraih nilai tertinggi dalam UAMBN atas nama Salma Amirotuz Zahri (9A). Bintang Pelajar, predikat siswa tertinggi di angkatannya dengan kriteria-kriteria yang ketat, mulai kepribadian hingga prestasi. Tahun ini siswa teladan diraih oleh sosok siswa  paling familiar di madrasah. Mantan ketua OSIS, aktif dalam ekstra madrasah, dan prestasi-prestasi dari kejuaraan-kejuaraan yang diikutinya. Dia adalah Ahmad Fauzi (9F).

 

Diutup dengan doa wisuda tahun 2017 selesai dan dilanjutkan dengan salam-salaman antara bapak Ibu guru, wali murid, dan siswa. (Amir)

MASANEGA BENTUK SATGAS ANTI NARKOBA

Gondanglegi, MTsN Malang 3 -- Narkoba, adalah hal yang harus diperangi oleh seluruh penduduk di negeri ini, Khususnya bagi para generasi muda saat ini. Bahaya Narkoba lebih dahsyat daripada bahaya terorisme, sebab data statistik menunjukkan bahwa setiap hari 50 penduduk Indonesia harus tewas akibat penggunaan Narkoba. Siswa-siswi MASANEGA adalah generasi bangsa yang semestinya memiliki landasan keimanan yang lebih kuat. Harapannya, siswa-siswi MASANEGA  bisa menjadi generasi emas bangsa Indonesia. Hal ini disampaikan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Malang 3 (MASANEGA) Drs. H. Nasrullah, M.Ag pada penyuluhan bahaya penggunaan narkotika di Masjid Jami’ MASANEGA, Rabu, 31 Mei 2017.

Menggandeng pihak BNN Kab. Malang, Nasrullah menggelar Penyuluhan bahaya penggunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya di Madrasah yang dipimpinnya itu. " Penyuluhan ini merupakan bagian dari program Kampanye Anti Narkoba dan pengukuhan pembentukan SATGAS Anti Narkoba (NAPZA) yang diwakili oleh 10 siswa-siswi MASANEGA,"Kata Nasrullah. "SATGAS Anti Narkoba ini nanti tugasnya adalah membantu BNN dalam menangani masalah Narkoba di lingkungan Madrasah, khususnya di MTsN Malang 3,” Imbuhnya.

Dalam sambutannya pada acara Pembekalan Remaja Islam Masanega (PRIMA) yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 7, 8 dan 9 ini, Nasrullah menyampaikan rasa terimakasih kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang yang bersedia memberikan Penyuluhan Bahaya Penyalagunaan Narkoba. Dia berharap dengan adanya penyuluhan dan pembentukan SATGAS Anti Narkoba, seluruh siswa MASANEGA dapat mengerti bahaya narkoba, mencegah dan menjauhinya serta menyampaikan informasi ke lingkungan sekitarnya. (AK)

UNBK PERTAMA DI MTsN MALANG 3

Pagi ini (2/5/2017) berbarengan dengan peringatan hari pendidikan nasional, siswa MTs/SMP sederajat seluruh Indonesia melaksanakan ujian nasional. UN kali ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu UNKP (Ujian Nasional Kertas dan Pensil) dan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

Hujan menyambut Ujian Nasional hari pertama  tingkat MTs/SMP sederajat di Kabupaten Malang, termasuk MTsN Malang 3. Kekhawatiran sempat bergelayut akan hal-hal non teknis yang menghambat UNBK pertama kali di madrasah tsanawiyah negeri tertua di kabupaten Malang.

Jumlah peserta UNBK dari MASANEGA berjumlah 271 siswa dan ada sekitar 150 siswa dari anggota KKM. Ujian dibagi menjadi 3 sesi. Sesi 1 dimulai pukul 07.30 sampai 09.30, sesi 2 mulai pukul 10.30 sampai pukul 12.30, dan sesi 3 mulai pukul 14.00 sampai pukul 16.00.

Proktor dan petugas teknis mengecek kesiapan perangkat di tiap-tiap ruangan. Jumlah ruangan ada empat dan masing-masing ruangan terdiri dari 40 unit komputer atau laptop. Tidak lupa disiapkan jenset sebagai bentuk antisipasi jika terjadi listrik padam dari PLN.

Harapan besar digantungkan kepada anak-anak kelas 9 untuk mendapatkan nilai yang terbaik. Bukan hanya untuk diri mereka sendiri, melainkan juga dapat memperoleh nilai terbaik di tingkat Kabupaten, Provinsi, bahkan tingkat nasional. (amir)