MASANEGA FC BERJAYA DI MIEPRA CUP 2017

Man Jadda Wajada. Inilah motto yang selalu digaungkan oleh pelatih MASANEGA FC, Coach RD (sapaan akrab pak Rudy). Hal ini kembali dibuktikan oleh tim besutannya dengan merebut juara I pada turnamen futsal MIEPRA CUP Tahun 2017 (21/2).

Turnamen yang diadakan dalam rangka hari jadi SMA NEGERI I TUREN ke-26 diikuti oleh 16 tim dari SMP / MTs se Malang Raya. MTsN Malang III mengirimkan dua kesebelasan yang diwakili oleh tim kelas 9 saja dikarenakan tim kelas 8 berjuang di Kediri dalam ajang AKSIOMA Tingkat Jawa Timur.

Turnamen futsal ini menggunakan sistem gugur, jadi bagi setiap tim yang menang dalam pertandingan secara otomatis maju ke babak berikutnya. Aturan lainnya, bagi pemain yang terkena kartu kuning didenda 5 ribu rupiah, sedangkan kartu merah 10 ribu rupiah.

Pertandingan pertama mempertemukan tim  MASANEGA FC A versus SMP SUMAWE, yang merupakan juara pada kompetisi lalu mengalahkan MASANEGA FC di Final. Dengan skor meyakinkan MASANEGA FC menggulung SMP SUMAWE (4 - 1). Berikutnya SMP Tirtoyudo (4 - 2) dan sangat disayangkan saat melawan MTsN Turen kalah adu penalti (3 - 2) setelah bermain imbang 3 - 3 pada babak normal.

Tim MASANEGA FC B yang dikomandani Fadillah Ramadhan berhasil menembus hingga babak final setelah melibas lawan-lawannya. SMPN I Gondanglegi (5 - 1), SMPN 2 Turen (7 - 2), MTs NU (10 - 1), dan pada babak final melawan MTsN Turen dengan skor cukup meyakinkan 6 - 3. Uniknya pada babak final ini dicetak oleh brace tiga pemain; Dicko, Andri,  dan Rama.

Akhirnya, tropi juara I dan IV berhak dibawa pulang beserta uang pembinaan.

Pada pertandingan kali ini, tim MASANEGA FC tidak didampingi oleh pelatih kepala yang sedang bertugas di Kediri, hanya asisten pelatih Mas Alfan Aris bersama dengan pak Tri (pelatih basket MASANEGA), dan pak Fery (guru Matematika sekaligus alumni MASANEGA). (DC)

Susunan Pemain MASANEGA FC:

Tim A: Arizaldi(captain), Robby, Rizal, Zidan, Hanif, Alan, Guntur, Febri, dan Renggi (GK)

Tim B: Rama (captain), Daffa, Dicko, Dicky, Andri, Saddam, Jordy, dan Naufal (GK)

MASANEGA FC JUARA SMK WIDYA DHARMA CUP 2017

Tiada hentinya MASANEGA FC menjuarai setiap turnamen yang diikutinya. Kali ini MASANEGA FC dalam SMK WD CUP 2017 berhasil meraih juara II dan III. Turnamen SMK WD CUP ini diadakan tanggal 28 Januari 2017 di lapangan desa Serut, Kecamatan Turen. Sebuah pencapaian yang bisa dibilang luar biasa dengan melihat beberapa rival yang mempunyai prestasi di atas tim ini.

MTsN Malang III nengirimkan dua tim. Tim A terdiri dari siswa yang duduk di kelas 9 dan tim B dari kelas 8. Kedua tim ini dalam babak penyisihan sama-sama menjuari grup sehingga berhak melaju ke babak semifinal. Dimana saat babak penyisihan, kedua tim ini tak terkalahkan dan hanya sekali bermain imbang.

Di babak semifinal keuntungan didapat oleh kedua tim MASANEGA sehingga tidak bentrok pada babak semifinal dan bisa mewujudkan "perang saudara" di babak final.

MASANEGA FC (A) bertemu dengan tim dari MTs Kampung Teh, Sukodono dengan skor cukup mencolok 4 - 0 untuk tim MASANEGA FC (A). Sangat disayangkan bagi tim B pada babak semifinal bertemu dengan SMP Sumbermanjing Wetan kalah adu pinalti (3 - 5) setelah bermain kacamata pada waktu normal. Akhirnya tim MASANEGA FC (B) hanya berhak memperebutkan tempat ke-3 melawan MTs Kampung Teh.

Pada perebutan tempat ke-3, tim MASANEGA FC (B) berhasil mengalahkan lawannya dengan skor 1 - 0. Gol tunggal kemenangan diceploskan oleh Alfiyansyah Ega Jaya setelah menerima operan dari sisi kiri pertahanan lawan.

Disajikan pertandingan yang menarik pada babak final antara MASANEGA FC versus SMP SUMAWE. Pada babak pertama kesebelasan MASANEGA FC (A) mengurung pertahanan lawan hingga kiper lawan dibuat sibuk, tapi tak ada sebiji golpun bersarang. Sang pelatih, coach RD (sapaan akrab pelatih MASANEGA FC) mengintruksikan untuk membombardir habis pertahanan lawan pada babak kedua. Ternyata lawan menggunakan taktik bertahan total dan hanya sesekali menyerang.

Setelah peluit panjang dibunyikan skor tidak berubah sama kuat, 0 - 0. Babak penentuan juara ditentukan lewat adu penalti.

Pada babak ini, tentu saja tim lawan sudah berpengalaman dengan pertandingan sebelumnya, yaitu mengalahkan tim B MASANEGA FC. Benar saja, tim MASANEGA FC (A) kalah adu penalti dengan agregat 4 - 5 untuk SMP SUMAWE.

Dari juara yang telah diraih, kedua tim kebanggaan MTs Negeri Malang III berhak mendapatkan tropi juara II dan III serta uang pembinaan. (DC)

JUARA 1 FESTIFAL MTQ 2017 Tingkat SMP-MTs Se JAWA TIMUR

Nurul Fauziah ( Siswa Kelas VII D/ Program Kelas Keagamaan) MTsN Malang III kembali mengukir prestasi. Uut, biasanya gadis berkacamata ini dipanggil menjadi juara satu dalam Festifal MTQ 2017 Tingkat SMP-MTs se Jawa Timur yang diselenggarakan oleh SMKN 1 Krian Sidoarjo pada tanggal 22 Januari 2017.

Sebelumnya Uut juga tercatat sebagai  pemenang pada cabang  MTQ (PI) AKSIOMA MTs Tingkat Kabupaten Malang Tahun 2016. Dan secara otomatis  akan menjadi duta Kabupaten Malang dalam AKSIOMA MTs Tingkat  Jawa Timur Tahun 2017 yang akan diselenggarakan  di Kabupaten Kediri pada bulan  Februari  nanti.

Selamat untuk Uut yang telah memberikan kebanggaan pada keluarga dan almamaternya. Semoga kedepan dapat meraih prestasi-prestasi yang lebih tinggi dari bidang yang digelutinya.  Aamiin.

JUARA 2 LKIR NASIONAL

Prestasi membanggakan kembali diraih siswa MTsN Malang III. Tim LKIR yang diketuai oleh Hilya Nahila dengan anggota Meidawati Kuswarini serta Wardah Nailah Rahmatika (semuanya siswa kelas IX Bilingual) meraih juara dua dalam ajang lomba karya ilmiah remaja (LKIR) tingkat Nasional 4 bahasa yang diselenggarakan oleh Pesantren Terpadu Daaru Ulil Albab Nganjuk Jawa Timur.

Dalam lomba kali ini tim MTsN Malang III mengangkat karya ilmiah berjudul Dampak Sosial Maraknya Majelis Maulid Wat Ta’lim di Desa Gondanglegi Wetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh majelis maulid watta’lim terhadap perilaku sosial masyarakat sekitar, peningkatan intensitas beribadah, rasa nasionalisme, kesatuan bangsa dan masyarakat sekitar. Karya ini juga ditujukan untuk menganalisis dampak negatif yang ditimbulkan dengan adanya majelis maulid watta’lim.

Karya ilmiah siswa MTsN Malang III disusun dalam dua Bahasa yaitu Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. Pengiriman karya dilakukan secara online, dan ternyata karya tersebut mampu menembus babak final bersama empat karya yang lain dari sekolah berbeda. Final lomba berlangsung tanggal 10 – 12 Desember 2016 di Pondok Pesantren Terpadu Daaru Ulil Albab Nganjuk Jawa Timur. Kegiatan dimulai dengan check in peserta dan technical meeting pada tanggal 10 Desember. Dilanjutkan dengan presentasi finalis lomba dihadapan empat juri dalam empat Bahasa yaitu Bahasa Indonesia, inggris, arab, dan Bahasa daerah pada tanggal 11 Desember. Sedangkan pengumuman disampaikan pada tanggal 12 Desember 2016.

Atas prestasi yang diraih sebagai juara dua, maka Hilya dan kawan-kawan berhak menerima tropi dan uang tunai Rp 4 juta sekaligus beasiswa. Selaku Pembina esktrakurikuler KIR, Suliadi,S.Pd berharap prestasi ini bisa memotivasi siswa-siswi MTsN Malang III yang lain, khususnya yang tergabung dalam kelompok esktrakurikuler KIR untuk bisa menghasilkan karya-karya ilmiah yang lebih kreatif dan inovatif.

ANUGERAH SEKOLAH ADIWIYATA TINGKAT KABUPATEN

Kabar membanggakan kembali diterima oleh keluarga besar MTsN Malang III.  Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia  yang diselenggarakan  Pemerintah Kabupaten Malang di taman wisata Mendit pada tanggal 1 Agustus 2016 kemarin, MTsN Malang III yang dalam hal ini diwakili oleh  Dra.Hj Maria Ulfa,M.Pd.I selaku  Kepala Madrasah menerima  penghargaan sekolah adiwiyata mandiri  tingkat kabupaten Malang  tahun 2016. Hal ini dikarenakan MTsN Malang III telah memenuhi persyaratan-persyaratan  yang diperlukan  untuk ditetapkan sebagai sekolah adiwiyata di tingkat kabupaten.

Acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia serta penanugerahan sekolah adiwiyata di kabupaten Malang diawali dengan  penyerahan Piala Adipura dari Bupati Kab. Malang ke Camat Pakis  untuk selanjutnya dikirab secara estafet sampai tujuan akhir di pendopo kabupaten Malang di kepanjen. Anugerah sekolah adiwiyata disampaikan langsung oleh Bupati Malang Dr. H.Rendra Kresna. Dalam sambutannya Bapak Bupati berharap agar ditahun berikutnya lebih banyak lagi sekolah-sekolah di kabupaten Malang yang mencanangkan diri menjadi sekolah berwawasan adiwiyata. Dan untuk sekolah yang telah meraih predikat sekolah adiwiyata tingkat kabupaten diharapkan untuk bisa meningkatkan prestasinya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu tingkat propinsi bahkan tingkat nasional.

Untuk Tahun 2016 di kabupaten Malang ada dua sekolah  yang mendapatkan anugerah sekolah adiwiyata tingkat kabupaten yaitu MTsN Malang III Gondanglegi dan  MIN Druju Sumbermanjing Wetan.

Deni Indriani, S.Pd selaku penanggung jawab program adiwiyata  di MTsN Malang III menyampaikan bahwa target selanjutnya di tahun 2017 adalah mengikuti pemilihan sekolah adiwiyata tingkat propinsi Jawa Timur. Beliau menyampaikan tentunya untuk mewujudkan target ini diperlukan sinergi dari seluruh civitas akedemika MTsN Malang III.

Masanega…..Bisa…..

Adiwiyata Propinsi…..Pasti Bisa…..

JUARA III MENPORA CUP 2016

Lagi, tim kebanggaan MTsN Malang 3, MASANEGA FC, berhasil merebut piala terbaik 3 dalam Menpora Cup 2016. Tim yang dinahkodai guru olahraga sekaligus pelatih Ahmad Agust Rudiyanto, yang akrab disapa coach RD ini, membuktikan dengan semangat dan kesungguhan usaha akan membuahkan hasil.

Menpora Cup 2016 merupakan ajang tahunan dan merupakan yang kedua kalinya diadakan serta pertama kali diikuti oleh MASANEGA FC. Turnamen ini diikuti oleh beberapa tim yang berasal dari 8 kabupaten dan kota di Jawa Timur, diantaranya kabupaten dan kota Malang, kota Batu, kabupaten dan kota Blitar, serta kabupaten dan kota Kediri. Tim-tim tersebut terbagi menjadi dua grup, yang masing-masing beranggotakan 4 tim. Secara undian, MASANEGA FC satu grup dengan ASIVA kota Batu, yang merupakan unggulan pertama di grup ini.

Pada pertandingan pertama, MASANEGA FC berhasil menahan imbang 2 - 2 melawan ASIVA A. Tak mudah melawan mereka yang bermaterikan pemain-pemain didikan Aji Santoso, mantan pemain timnas Indonesia.

Pertandingan pertama memberikan mereka pelajaran, yaitu dalam bermain haruslah total, tidak meremehkan dan juga tetap fokus untuk memenangkan pertandingan. Walhasil, dua pertandingan selanjutnya berhasil disapu bersih oleh MASANEGA FC. Dua kemenangan tersebut berhasil mengantarkan MASANEGA FC maju ke babak semifinal untuk menghadapi tim ASIVA B.

Badai cedera yang melanda tim MASANEGA FC membuat ketir tim beserta jajaran pelatih. Dari 18 pasukan, tinggal 11 pasukan yang bisa diturunkan. Itupun sebagian besar tim lapis kedua.

"Tim ASIVA B yang pada pertandingan sebelumnya memberondong lawannya dengan gol-golnya, kini berhadapaan dengan kami yang jumlahnya seadanya. Tapi hal tersebut lantas tidak menjadi alasan untuk mundur sebelum berperang," terang Naufal, kapten kesebelasan MASANEGA FC.

Pertandingan berjalan alot di menit-menit awal. Gol pertama akhirnya berhasil disarangkan oleh ASIVA. Selang beberapa saat penjaga gawang MASANEGA FC harus memungut bola dari gawang dua kali. MASANEGA FC yang tampak kelelahan hanya mampu membalas satu gol saja dari tiga gol lawan.

Dengan kekalahan ini, MASANEGA FC berhak mendapatkan juara terbaik tiga bersama kesebelasan PERSEMA MALANG Jr.